Mengenal Lebih Dekat Asuransi Syariah

Mengenal Lebih Dekat Asuransi Syariah

previewsreview – Asuransi Syariah adalah bantuan-bantuan (ta’awuni) dan upaya saling melindungi (takafuli) di antara pemegang polis (peserta), melalui pengumpulan dan pengelolaan dana (dana tabarru) yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk menangani risiko tertentu. Artinya, asuransi syariah sebagai produk lembaga keuangan syariah yang dibentuk untuk mengoptimalkan jika ada risiko bagi seseorang atau lebih, itu akan membantu mengurangi beban risiko dengan prinsip gotong royong dan melindungi satu sama lain dengan bantuan penggalangan dana Tabarru ‘.

Dalam manajemen risiko, asuransi syariah menerapkan prinsip ta’awuni atau berbagi risiko, di mana risiko satu peserta ditanggung oleh semua peserta yang menjadi pemegang polis. Sedangkan asuransi konvensional menerapkan sistem tabaduli atau transfer risiko, di mana risiko satu peserta akan ditransfer ke perusahaan asuransi. Jadi, dapat dikatakan bahwa asuransi syariah bertindak sebagai pengelola dana dari sejumlah dana yang diterima dari pemegang polis, berbeda dengan asuransi konvensional yang bertindak sebagai penanggung risiko.

Selain yang dijelaskan di atas, Anda juga perlu tahu, apa kelebihan asuransi syariah yang tidak dimiliki oleh asuransi konvensional. Jadi, berikut ini akan menjelaskan beberapa keunggulan asuransi syariah. Ayo, mari kita lihat!

1. Pengelolaan dana menggunakan prinsip syariah Islam
Ini adalah salah satu perbedaan signifikan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah di mana pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah harus sesuai dengan prinsip syariah. Jika perusahaan asuransi syariah ingin menginvestasikan dana di perusahaan atau lembaga keuangan lainnya, ia harus mengetahui dan mengetahui terlebih dahulu proses kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sesuai dengan atau tidak berdasarkan prinsip syariah berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh National Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2. Transparansi pengelolaan dana pemegang polis
Pengelolaan dana dalam asuransi syariah dilakukan secara transparan, baik terkait dengan penggunaan kontribusi dan surplus underwriting dan distribusi pengembalian investasi. Pengelolaan dana ini bertujuan untuk mendatangkan dan mengoptimalkan keuntungan bagi pemegang polis, baik secara kolektif maupun individual.

3. Pembagian pengembalian investasi
Dalam asuransi syariah, jika perusahaan mengalami pengembalian investasi, itu akan dibagi antara pemegang polis dan perusahaan asuransi syariah, distribusi sesuai dengan kontrak yang digunakan atau disepakati. Berbeda dengan asuransi konvensional, di mana pengembalian investasi yang diperoleh akan menjadi milik perusahaan asuransi secara keseluruhan, kecuali jika produk yang ditawarkan terkait dengan investasi.

4. Kepemilikan dana
Dalam asuransi konvensional, semua premi yang dibayarkan kepada perusahaan adalah milik perusahaan asuransi, di mana perusahaan asuransi akan memiliki wewenang penuh atas pengelolaan dan alokasi dana asuransi untuk pemegang polis. Sedangkan dalam asuransi syariah, premi yang dibayarkan adalah milik bersama dari pemegang polis, di mana perusahaan asuransi syariah hanya bertindak sebagai fund manager saja.

5. Tidak berlaku sistem dana hangus
Dana kontribusi atau premi yang disetorkan sebagai tabarru ‘dalam asuransi syariah tidak hangus meskipun tidak ada klaim selama perlindungan. Dana yang telah dibayarkan oleh pemegang polis akan tetap diakumulasikan dalam dana tabarru yang merupakan milik pemegang polis secara keseluruhan.

6. Klaim dan layanan
Dalam asuransi syariah, penggunaan satu polis dapat digunakan untuk semua anggota dalam satu keluarga sehingga premi yang dibebankan oleh perusahaan asuransi syariah menjadi lebih ringan. Selain itu, dimungkinkan untuk dapat melakukan klaim ganda, sehingga masih akan mendapatkan klaim yang diajukan meskipun telah diperoleh melalui asuransi lain.

7. Ada alokasi dan distribusi underwriting surplus
Di sektor asuransi syariah, istilah underwriting surplus dikenal sebagai delisih lebih dari total premi / kontribusi pemegang polis ke dalam dana tabarru setelah menambahkan klaim pemulihan dari reasuransi dikurangi pembayaran kompensasi atau klaim, premi reasuransi, dan tunjangan teknis, dalam batas tertentu Titik. Surplus underwriting ini dapat didistribusikan ke dana tabarru, pemegang polis yang memenuhi kriteria, dan perusahaan asuransi sesuai dengan persentase yang ditentukan dalam polis.
Untuk produk asuransi syariah sendiri, saat ini sudah ada banyak macam dan jenis yang hampir sama dengan di asuransi konvensional. Secara umum, produk asuransi syariah terdiri dari:

Sebuah. Berdasarkan bentuk. Produk asuransi syariah terdiri dari takaful umum dan takaful keluarga. Takaful umum adalah bentuk asuransi syariah yang memberikan perlindungan finansial kepada peserta takaful dalam menghadapi bencana atau kecelakaan yang dimiliki peserta. Produk Takaful umum termasuk asuransi kerugian, seperti asuransi risiko gedung, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran dan asuransi pembongkaran. Sedangkan takaful keluarga adalah suatu bentuk asuransi syariah yang terutama menyediakan layanan, perlindungan dan bantuan mengenai asuransi jiwa dan keluarga, untuk kesejahteraan masyarakat yang tentunya berdasarkan syariah Islam. Takaful produk keluarga seperti asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan asuransi jiwa.

b. Berdasarkan sistem. Dalam hal ini, produk asuransi syariah yang ditawarkan untuk pengelolaan dana dapat menggunakan dua sistem, yaitu sistem pengelolaan dana tabungan dan sistem pengelolaan dana tanpa unsur tabungan. Sistem pengelolaan dana tabungan biasanya digunakan oleh perusahaan khusus untuk menghemat premi atau tabungan dari pemegang polis. Sedangkan sistem pengelolaan dana tanpa unsur tabungan biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan dana dari pemegang polis sebagai dana tabarru ‘jika sewaktu-waktu terjadi insiden, pemegang polis dapat menggunakan dana ini.
Jadi, Comprehension Friend adalah pembahasan artikel tentang asuransi syariah. Dari pembahasan artikel di atas, Anda sudah akan tahu bahwa perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah, baik dari segi produk, prinsip dan cara mengelola dana serta kelebihan dan kekurangan masing-masing asuransi. Pilihan untuk menggunakan asuransi konvensional dan syariah ada di tangan masing-masing Kompresor, yang penting untuk menjadi bijak dan cerdas dalam memilih produk keuangan sehingga dampak yang dihasilkan juga baik untuk diri sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *